Selasa, 16 April 2013

PENTING: Jangan makan roti gandum bersama coklat mini-cup



Judul
: PENTING: Jangan makan roti gandum bersama coklat mini-cup
Tempat
: Denpasar
Waktu
: 16 April 2013

Bismillahirrahmanirrahiym...

Tulisan ini bukan HOAX bukan cari sensasi, tapi pengamalan pribadi.
Sudah menjadi kebiasaan ane saling berbagi makanan, baik di rumah maupun kantor. Yang pasti sih… ane lebih sering mendapatkan makanan, entah karena wajahnya yang imut atau justru kondisinya yang memprihatinkan: tampang lesu, badan kurus kering, perut buncit, dsb. However, seperti biasa sepanjang hari ini mendapat makanan gratis, salah satunya roti gandum dari seorang rekan dermawan yang paling sering berbagi makanan.

Ya siang ini ditemani susu coklat hangat dan beberapa lembar roti gandum gratis. Tidak cukup sampai disitu, saat sore saat COB rekan ini datang ke cubicle menyerahkan satu kantong roti gandum miliknya. Ditambah lagi satu coklat mini-cup, mangstab dah!
Lumayan nih, untuk oleh-oleh buat anak-anak. Terutama Aira, si kakak, demen banget makan roti + coklat.

Seharusnya sore ini pulang agak malam, karena datang siangan. Tapi sudah tidak sabar melihat wajah berseri si kakak menerima hadiah roti… terpaksa deh mbolos setengah jam
Segera saja kabur, lha wong kerjaan sudah selesai setengah jam yang lalu… dan yang penting pak boss sudah ngacir duluan
Keberuntungan sore ini ternyata masih kurang… saat pulang mampir toko pakan kelinci dapat bonus tambahan konsentrat dan wortel. Sudah langganan katanya… alhamdulillah.

Singkat cerita, malam ini selepas makan malam bersantai bersama kakak di ruang bermain. Kakak asyik mencoret-coret buku latihan menulis diatas meja belajar barunya. Sambil menemani, teringat oleh-oleh roti dan coklat untuk kakak. Tapi anehnya dia tidak mau menyentuh itu roti… apa terlalu asyik menulis ya?
Coba ditawari coklat… hanya makan satu gigit langsung dikembalikan… aneh???
Ah… ya sudah ane sikat aja, lha wong ane juga roti lover kok.

Hm… malam ini terasa begitu indah, seluruh keluarga bisa makan kenyang. Stok untuk besok pagi juga sudah tercukupi. Ditambah lagi malam ini ada roti dan coklat… nyam-nyam… ditemani segelas minuman sambil bersantai menghabiskan malam bersama keluarga.
Lalu nikmat yang mana lagi yang aku dustakan…?

Satu persatu roti kulahap dengan penuh perasaan, sungguh nikmat serasa lepas seluruh beban sehari ini. Hingga tinggal satu gigitan terakhir, sejenak kuhentikan proses pencernaan mekanik. Demi menghormati HAR (Hak Asasi Roti) kutatap dia dalam-dalam, berharap dia mau mengungkapkan permintaan terakhirnya sebelum kueksekusi. Tidak ada yang terucap, tapi… hanya satu tanda yang mencolok dipermukaan kulitnya. Ya, terdapat warna ungu merata disana.
Sedikit heran… warna ungu? Mitrais?
Bukaaan…
Bagaimana bisa, roti gandum coklat tua dipadu susu kental manis putih tidak mungkin jadi ungu… kalaupun warna roti dan susu berpadu jadinya coklat muda… ini kok ungu?

Wah… ternyata itu jamur!
Segera cek bungkus roti “Best Before: 16-04-2013”
Hah ini kan hari ini! Berarti “Best Before” kan kemarin mestinya sudah habis!

Sejurus kemudian fikiran melayang pada peristiwa beberapa waktu yang lalu (entah berapa bulan, entah berapa tahun sudah lupa). Kejadian yang sama persis. Diberi roti brownies oleh-oleh khas Surabaya oleh pemberi yang sama. Dengan modus yang sama: memberikan seluruh roti (padahal biasanya kalau berbagi roti dikantor kan satu-satu potong). Dan kasusnya sama… sama-sama sudah expired!

Untung baru ketahuan saat gigitan terakhir… kalau diawal-awal kan gak jadi makan roti, gak jadi menikmati malam indah ini.
Untuk membesarkan hati, terus meyakinkan kata-katanya mas Fahrul “expired date itu ada buffernya”
Semoga saja malam ini bisa tidur nyenyak dan besok pagi tidak perlu berlama-lama dikamar mandi.

Pesan: Jangan makan roti gandum atau roti apapun kalau sudah kadaluarsa, mending beli yang baru dah.
Catatan: Tulisan ini tidak bermaksud mendiskreditkan pihak-pihak yang disebutkan, karena kejadian ini adalah satu dari sekian banyak pemberian yang saya terima.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar